MANAJEMEN PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN
Sebagai Learning Resource by Design dan Learning Resource by Utilization
Tugas makalah ini disampaikan pada seminar kelas untuk
Mata Kuliah Manajemen Sumber Belajar
DR. Basuki Asngadi, M.Pd
Oleh
:
Mulyadi
Ahmad Fauzan
Muh. Thohir
PROGRAM
PASCASARJANA
MAGISTER
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
2014
2014
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT
atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya
sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun
isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai
salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.
Harapan saya semoga makalah
ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga
saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat
lebih baik.
Makalah ini saya akui masih
banyak kekurangan, oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk
memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah
ini.
Ponorogo, Desember
2014
Penyusun
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Berbagai usaha yang dilakukan oleh guru atau pengelola
pendidik untuk lebih meningkatkan serta mendukung proses belajar agar lebih
efektif dan efisien. Meskipun banyak faktor yang menentukan kualitas pendidikan
atau hasil belajar. Salah satunya yang terkait dengan sumber belajar. Banyak
berbagai sumber yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar.
Oleh karenanya, belajar-mengajar sebagai suatu proses
merupakan suatu sistem yang tidak terlepas dari komponen-komponen lain yang
saling berinteraksi di dalamnya. Salah satu komponen dalam proses tersebut
adalah sumber belajar. Sumber belajar itu tidak lain adalah daya yang bisa
dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar-mengajar, baik secara langsung
maupun secara tidak langsung, sebagian atau secara keseluruhan.
Sumber belajar diartikan sebagai segala tempat atau
lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi dapat digunakan
sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan perilaku.
Salah satu sumber belajar yang sering digunakan dalam proses belajar mengajar
adalah perpustakaan dan buku. Maka dalam makalah ini akan
dibahas lebih lanjut mengenai pemanfaatan perpustakaan sumber belajar.
B. Rumusan Masalah
1. Apa
pengertian perpustakaan?
2. Manfaat
dan fungsi perpustakaan sebagai sumber belajar?
3. Bagaimana
penggunaan perpustakaan sebagai sumber belajar?
4. Bahan
informasi apa saja yang dapat diperoleh dalam perpustakaan?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Perpustakaan
Sebelum penulis mengemukakan pengertian perpustakaan
sekolah terlibih dahulu penulis mengemukakan pengertian perpustakaan secara
umum.
Tinjauan ini dapat kita kihat dari dua segi, yaitu:
1. Pengertian
menurut bahasa
a. Dalam
bahasa Indonesia istilah “perpustakaan” dibentuk dari kata dasar pustaka
ditambah awalan “per” dan akhiran ”an”. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia
perpustakaan diartikan sebagai “kumpulan buku-buku (bahan bacaan, dsb).”
b. Dalam
bahasa Inggris disebut “library yang berarti perpustakaan”.
c. Dalam bahasa Arab
disebut ا لمكتبة yang berarti
“tempat menyimpan buku-buku”.
2. Pengertian
menurut istilah
a. Menurut IFIA (International
Federation of Library Associations and Institutions) “Perpustakaan
merupakan kumpulan bahan tercetak dan non tercetak dan atau sumber informasi
dalam komputer yang tersusun secara sistematis untuk kepentingan pemakai.”
b. Menurut
Sutarno NS, M. Si “Perpustakaan adalah suatu ruangan, bagian dari
gedung/bangunan, atau gedung itu sendiri, yang berisi buku-buku koleksi, yang
disusun dan diatur sedemekian rupa sehingga mudah dicari dan dipergunakan
apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk pembaca.”
c. Adjat
Sakri dkk “Perpustakaan adalah lembaga yang menghimpun pustaka dan menyediakan
sarana bagi orang untuk memanfaatkan koleksi pustaka tersebut.”
d. C.
Larasati Milburga, dkk “Perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat
menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dengan cara
tertentu untuk digunakan secara berkesinambungan oleh pemakainya sebagai sumber
informasi.”
Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik suatu
kesimpulan pengertian perpustakaan sesecara umum adalah suatu unit kerja yang
berupa tempat mengumpulkan, menyimpan dan memelihara koleksi pustaka baik
buku-buku ataupun bacaan lainnya yang diatur, diorganisasikan dan
diadministrasikan dengan cara tertentu untuk memberi kemudahan dan digunakan
secara kontinu oleh pemakainya sebagai informasi.
B. Fungsi dan manfaat
Perpustakaan
Perpustakaan sekolah merupakan bagian penting dari
program penyelenggaraan pendidikan tingkat sekolah yang memiliki fungsi dan
manfaat untuk mendukung penyelenggaraan perpustakaan sekolah. Menurut Yusuf
(2005:4) Perpustakaan sekolah memilki empat fungsi umum, yaitu:
1. Fungsi
edukatif adalah secara keseluruhan segala fasilitas, sarana dan prasarana
perpustakaan sekolah, terutama koleksi dapat membantu murid dalam proses
belajar.
2. Fungsi
informatif dari perpustakaan sekolah adalah mengupayakan penyediaan koleksi
yang bersifat memberi tahu akan hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan
guru dan murid.
3. Fungsi
kreasi bukan merupakan fungsi utama, namun sangat penting kedudukannya dalam
upaya peningkatan intelektual dan inspirasi.
4. Fungsi
riset membuat koleksi yang ada di perpustakaan sekolah menjadi bahan untuk
melakukan riset atau penelitian sederhana. Sementara menurut Cella (2012)
manfaat dari keberadaan perpustakaan sekolah adalah merangsang minat baca baik
pada guru dan siswa, merupakan sumber literatur yang paling dekat, perpustakaan
sebagi pusat sumber informasi dan sumber pembelajaran menulis.
Berdasarkan fungsi dan manfaat dari perpustakaan sekolah,
maka perpustakaan sekolah dapat disebut sebagai pusat sumber belajar seperti
yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan
Nasional. Dimana pada pasal 35 undang-undang tersebut dikemukakan bahwa setiap
satuan pendidikan jalur pendidikan sekolah, baik yang diselenggarakan oleh
pemerintah maupun oleh masyarakat, harus menyediakan sumber-sumber belajar.
Selain itu, pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber
belajar secara efektif memerlukan keterampilan sebagai berikut (Achsin, 1986):
1. Keterampilan
mengumpulkan informasi, yang meliputi keterampilan mengenal sumber informasi
dan pengetahuan, menentukan lokasi sumber informasi berdasarkan sistem
klasifikasi perpustakaan, cara menggunakan katalog dan indeks, menggunakan
bahan pustaka baru, bahan referensi seperti ensiklopedi, kamus, buku tahunan,
dll.
2. Keterampilan
mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi, seperti memilih informasi
yang relevan dengan kebutuhan dan masalah, dan mendokumentasikan informasi dan
sumbernya.
3. Keterampilan
menganalisis, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi, seperti memahami
bahan yang dibaca, membedakan antara fakta dan opini, dan menginterpretasi
informasi baik yang saling mendukung maupun yang berlawanan.
4. Keterampilan
menggunakan informasi, seperti memanfaatkan intisari informasi untuk mengambil
keputusan dan memecahkan masalah, menggunakan informasi dalam diskusi, dan
menyajikan informasi dalam bentuk tulisan.
Laura Wendelf (1998) mengatakan …… Yang artinya “
adanya perpustakaan karena adanya masyarakat yang membutuhkan pelayanan dan
keberadaan perpustakaan adalah untuk melayani masyarakat sebagai calon
pelanggan”. Tujuannya :
1. Mengupayakan atau mengembalikan budaya dan minat baca
dikalangan masyarakat luas.
2. Meningkatkan keserasian atara layanan yang dibarikan
perpustakaan sebagai penyedia jasa dengan kebutuhan riil dari masyarakat untuk
membetuk sasaran perpustakaan yang ideal.
3.
Meningkatkan
pemanfaatan perpustakaan oleh masyarakat luas sebagai wujud mebangun rasa cinta
masyakat terhadap perpustakaan.
Perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang
deselenggarakan pada sebuah sekolah, dikelola sepenuhnnya oleh sekolah yang
bersangkutan, dengan tujuan utama mendukung terlaksananya dan tercapainya
tujuan sekolah dan tujuan pendidikan pada umumnya. Sekolah merupakan tempat
penyelenggaraan proses belejar mengajar, menanamkan dan mengembangkan berbagai
nilai ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan, seni, serta wawasan dalam
rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, perpustakaan
sekolah bukan hanya sekedar tempat penyimpanan bahan pustaka (Buku dan non
Buku), tetapi terdapat upaya untuk mendayagunakan agar koleksi-koleksi yang ada
dimanfaatkan oleh pemakainya secara maksimal. Hal ini dipertegas dalam
SK mendiknas
No.053/U/2001 tanggal 19 April 2001 Tentang Pedoman Penyusunan Standar
Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Persekolahan pada tingkat TK, Dasar sampai
dengan SMU/SMK, bahwa keberadaan perpustakaan. Sekolah merupakan syarat dalam
standar pelayanan minimal (SPM) tersebut. Sehubungan hal itu, agar bahan
pustaka dapat didayagunakan secara maksimal sesuai dengan tujuan dan fungsi
perpustakaan sekolah, maka tentunya diperlukan suatu manajemen perpustakaan
yang memadai.
Penyelenggaraan perpustakaan sekolah
mengacuh kepada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan
Nasional, terutama pada pasal 45. Pasal
tersebut menyebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal meneyediakan
sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan
pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan, intelektual, sosial,
emosional, dan kejiwaan peserta didik.
Hal tersebut diperkuat dengan dalam
Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada
pasal 42 dan 43 tentang standar sarana dan prasarana. Yang intinya menyebutkan
bahwa sekolah wajib memiliki sarana salah satunya adalah buku dan sumber
belajar, dan wajib memiliki prasasrana yakni perpustakaan.
Yusuf dan Suhendar mengungkapkan bahwa
penyelenggaran perpustakaan sekolah bertujuan memenuhi kebutuhan informasi bagi
masyrakat di lingkungan sekolah yang bersangkutan, khususnya guru dan murid.
Perpustakaan berperan sebagai media dan
sarana untuk menunjang kegiatan proses belajar mengajar di sekolah oleh karena
itu, sarana ini merupakan bagian integral dari program penyelanggaraan
pendidikan tingkat sekolah. Perpustakaan
sekolah juga sebagai bagian integral dari sekolah, komponen utama pendidikan di
sekolah, diharapkan mampu menunjang terhadap pencapaian tujuan sekolah. Selaras
dengan hal tersebut maka tujuan perpustakaan adalah sebagi berikut :
§ Mendorong
dan mempercepat proses penguasaan tekhnik membaca para siswa.
§ Membantu
menulis kreatif bagi para siswa dibimbing dengan guru dan pustakawan.
§ Menumbuhkembangkan
minat dan kebiasaa membaca dari para siswa.
§ Menyediakan
berbagi sumber informasi untuk kepentingan pelaksanaan kurikulum.
§ Mendorong,
menggairahkan, memelihara, dan memberi semangat membaca dan belajar kepada para
siswa.
§ Memperluas,
memperdalam, dan memperkaya pengalaman belajar para siswa dengan membaca buku
dan koleksi lain yang mengandung ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang
disediakan oleh perpustakaan.
§ Memberikan
hiburan sehat untuk mengisi waktu senggang melalui kegiatan membaca, khususnya
buku-buku dan sumber bacaan lain yang bersifat kreatif dan ringan, misalnya
fiksi, cerpen, dan lain sebagaunya.
Selain itu menurut Ibrahim bafadal,
penyelenggaraan perpustakaan sekolah bukan hanya untuk mengumulkan dan
menyimpan bahan pustaka. Tetapi dengan adanya penyelenggaran perpustakaan,
sekolah diharapkan dapat membantu para siswa dan guru menyelesaikan tugas-tugas
dalam proses belajar mengajar.
Adapun perpustakaan sekolah tampak
bermanfaat jika benar-benar mampu memperlancar pencapaian tujuan proses belajar
mengajar disekolah. Sebagai indikasi manfaat tersebut tidak hanya dari
tingginya prestasi para siswa. Tetapi lebih jauh lagi, para siswa mampu
menemukan, menyaring, dan menilai informasi. Mereka terbiasa
belajar mandiri, terlatih kearah tanggung jawab, selalu mengikuti perkembangan
ilmu pengetahuan dan tekhnologi, dan lain sebagainya.
C. Penggunaan Perpustakaan
Sebagai Sumber Belajar
Perpustakaan merupakan bagian intregal yang mendukung
proses belajar-mengajar. Keberadaan perpustakaan sebagai sumber belajar dalam
proses pendidikan diharapkan dapat digunakan sebagai berikut:
1. Perpustakaan
sekolah dapat menimbulkan kecintaan murid-murid terhadap membaca.
2. Perpustakaan
sekolah dapat memperkaya pengalaman belajar murid-murid.
3. Perpustakaan
sekolah dapat menanamkan kebiasaan belajar mandiri yang akhirnya murid-murid
mampu belajar mandiri.
4. Perpustakaan
sekolah dapat mempercepat proses penguasaan teknik membaca.
5. Perpustakaan
sekolah dapat membantu perkembangan kecakapan berbahasa.
6. Perpustakaan
sekolah dapat melatih murid-murid ke arah tanggung jawab.
7. Perpustakaan sekolah dapat
memperlancar murid-murid dalam menyelesiakan tugas-tugas sekolah.
8. Perpustakaan
sekolah dapat membantu guru-guru menemukan sumber-sumber pengajaran.
9. Perpustakaan
sekolah dapat membantu murid-murid, guru-guru dan anggota staf dalam mengikuti
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
D. Bahan Informasi di
Perpustakaan
Bahan informasi yang diterima perpustakaan sekolah
terdiri dari bahan buku dan non buku sebagai berikut :
1. Bahan
Buku
Bahan pada umumnya terbuat dari bahan kertas sebagai
media rekam informasi. Bahan buku terdiri dari buku teks, buku ajar, buku
referensi, buku paket, majalah, koran, dan lainnya.
a. Buku
Teks
Buku teks adalah lembaran tercetak berisi ilmu
pengetahuan atau bidang tertentu, dan biasanya digunakan sebagai bahan
pelajaran, penataran, kuliah dan dapat dipelajari secara mandiri.
b. Buku
Fiksi
Buku fiksi adalah karya tulis berupa rekaan atau karya
imajinatif yang berdasarkan khayalan belaka. Contohnya yaitu novel, drama,
puisi, pantun dan syair.
c. Buku
Rujukan
Buku disusun untuk memberikan informasi tentang kata,
subjek/pokok masalah, nama orang, nama tempat, peristiwa, pustaka, angka,
waktu, ukuran, dan lainnya. Adapun jenis-jenis koleksi ini meliputi kamus,
ensiklopedia, handbook, manual, buku pegangan, direktori, bibliografi, sumber
ilmu bumi dan lainya.
d. Terbitan
berkala
Yakni publikasi yang direncanakan terbit secara terus-menerus
tanpa dibatasi waktu, berisi informasi baru yang menarik, dan ditulis oleh
beberapa orang. Terbitan ini terdiri dari surat kabar, majalah, jurnal,
buletin, dan lainya.
2. Bahan
Non Buku
Akhir-akhir ini bahan informasi yang dikelola perpustakaan
bisa bahan non buku bahkan berupa elektronik. Bahan-bahan itu antara lain
mikrofis, film mikro, kaset, piringan hitam, dan CD-room.
a. Mikrofis
Mikrofis adalah film yang berukuran kecil, tembus cahaya,
dan berisi informasi dalam bentuk tulisan, gambar, maupun grafis yang diatur
pada selembar film secara berbanjar horisontal maupun vertikal.
b. Film
mikro
Film mikro berbentuk film yang sangat kecil, digunakan
untuk menyimpan, memunculkan kembali, atau mempublikasikan duplikat dikumen,
cetakan, gambar, atau foto.
c. Kaset
Dalam dunia perfilman, kaset diartikan sebagai kotak
untuk melindungi bahan perekam gambar yang sekaligus berfungsi sebagai tempat
penggulung bahan tersebut. Sedangkan dalam pengertian sehari-hari, kaset
diartikan sebagai kotak penyimpan pita suara atau gambar.
d. Piringan
Hitam
Piringan hitam ini dibuat dari bahan ebonit berwarna
hitam dan berbentuk bulat pipih. Pada kedua permukaannya terdapat lekukan halus
berbentuk spiral yang menyebabkan jarum piringan hitam yang melaluinya bergetar
dan menimbulkan suara.
e. CD-Room
Alat ini merupakan wadah penyimpanan informasi berbentuk
lempengan kecil berdiameter kurang dari 5 inci yang mampu menyimpan data 500 MB
sampai 1 GB.
f. E-books
dan E-journal
E-books pada dasarnya merupakan distribusi muatan isi
buku dalam bentuk digital. Dalam hal ini, internet bertindak sebagai jantung
pada sistem layanan e-books dengan berbagai kemudahan dan kecepatan aksesnya.
E-books memiliki kelebihan antara lain kemudahan baca, kemudahan penelusuran,
pengehematan kertas, dan kemudahan pengalihan teks.
Sumber buku elektronik yang legal di Indonesia, antara
lain dirilis oleh Departemen Pendidikan Nasional dengan dibukanya Buku Sekolah
Elektronik (BSE). BSE adalah buku elektronik legal dengan lisensi
terbuka yang meliputi buku teks mulai dari tingkatan dasar sampai lanjut.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perpustakaan merupakan bagian
integral dari lembaga pendidikan sebagai tempat berkumpulnya bahan pustaka,
baik berupa buku maupun non buku, dan tujuan utama penyelenggaraan perpustakaan
sekolah adalah meningkatkan mutu pendidikan bersama-sama dengan unsur sekolah
lainnya. Sedangakan tujuan lainnya, adalah menunjang, mendukung, dan melengkapi
semua kegiatan baik kurikuler, dan ektra kurikuler, disamping dimaksudkan pula
dapat membantu menumbuhkan minat dan mengembangkan bakat murid serta
memantapkan strategi belalajar mengajar.
Namun secara operasional tujuan
perpustakaan bila dikaitkan dengan pelaksaan program sekolah, diantaranya
adalah: memupuk rasa cinta, kesadaran, dan kebiasaan membaca, memperluas
pengetahuan para siswa dll, namun semua itu ada hal yang lebih penting lagi
dari perpustakaan :
1. Dalam mencerdaskan kehidupan bangsa
peran Perpustakaan sangat penting, terutama untuk membantu masyarakat yang
ekonominya lemah.
2 Perpustakaan
sebagai penunjang untuk terselenggaranya pendidikan disuatu Perguruan Tinggi.
3
Perpustakaan dapat membangkitkan minat
baca dan kreaktifitas mahasiswa.
B. Saran.
Bertolak dari peranan perpustakaan
yang begitu banyak sumbangsihnya dalam pelaksanaan program pendidikan
disekolah, penulis menyarankan (1). Sebaiknya perpustakaan dikelola sesuai
dengan tujuan dan fungsinya. (2). Peran pengelola perpustakaan atau pustakawan
yang profesional hendaknya mendapatkan bekal yang cukup sehingga menjadi
pustakawan yang handal dan proesional.
DAFTAR PUSTAKA
Azhar Arsyad, Media
Pembelajaran, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2003).
Departemen Pendidikan
dan Kebuadayaan. Kamus Umum Bahasa Indonesia. (Jakarta : Balai
Pustaka, 1988).
Ibrahim Bafadal, Pengelolaan
Perpustakaan Sekolah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009),
Larasati Milburga, et
al. membina Perpustakaan sekolah. (Yogyakarta: Kanisius,1991).
Nadjib Zuhdi. Kamus
Lengkap Praktis 20 Juta Inggris Indonesia. (Surabaya: Fajar Mulya,1993).
Soetminah. Perpustakaan,
Kepustakawanan dan Pustakawan. (Yogyakarta : Kanisius,1992).
Sulistyo Basuki. Pengantar
Ilmu Perpustakaan. (Jakarta: Universitas Terbuka. Depdikbud, 2003).
Sutarno NS. Perpustakaan
dan Masyarakat. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2003).
Wiji Suwarno, Perpustakaan
& Buku; Wacana Penulisan & Penerbitan, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media,
2011),
Zaid Husein Al
Hamid. Kamus Al-Muyassar Arab-Indonesia. (Pekalongan: 1982).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar