Senin, 26 Januari 2015

MAKALAH PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN



 

MANAJEMEN PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN

Sebagai Learning Resource by Design dan Learning Resource by Utilization

 

Tugas makalah ini disampaikan pada seminar kelas untuk

Mata Kuliah Manajemen Sumber Belajar

 

 

DR. Basuki Asngadi, M.Pd

 


Oleh :
Mulyadi
Ahmad Fauzan
Muh. Thohir


PROGRAM PASCASARJANA
MAGISTER PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan, oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.


Ponorogo, Desember 2014


Penyusun











PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Berbagai usaha yang dilakukan oleh guru atau pengelola pendidik untuk lebih meningkatkan serta mendukung proses belajar agar lebih efektif dan efisien. Meskipun banyak faktor yang menentukan kualitas pendidikan atau hasil belajar. Salah satunya yang terkait dengan sumber belajar. Banyak berbagai sumber yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar.
Oleh karenanya, belajar-mengajar sebagai suatu proses merupakan suatu sistem yang tidak terlepas dari komponen-komponen lain yang saling berinteraksi di dalamnya. Salah satu komponen dalam proses tersebut adalah sumber belajar. Sumber belajar itu tidak lain adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar-mengajar, baik secara langsung maupun secara tidak langsung, sebagian atau secara keseluruhan.
Sumber belajar diartikan sebagai segala tempat atau lingkungan sekitar, benda, dan orang yang mengandung informasi dapat digunakan sebagai wahana bagi peserta didik untuk melakukan proses perubahan perilaku. Salah satu sumber belajar yang sering digunakan dalam proses belajar mengajar adalah perpustakaan dan buku. Maka dalam makalah ini akan dibahas lebih lanjut mengenai pemanfaatan perpustakaan sumber belajar.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian  perpustakaan?
2.      Manfaat dan fungsi perpustakaan sebagai sumber belajar?
3.      Bagaimana penggunaan perpustakaan sebagai sumber belajar?
4.      Bahan informasi apa saja yang dapat diperoleh dalam perpustakaan?




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Perpustakaan
Sebelum penulis mengemukakan pengertian perpustakaan sekolah terlibih dahulu penulis mengemukakan pengertian perpustakaan secara umum.
Tinjauan ini dapat kita kihat dari dua segi, yaitu:
1.    Pengertian menurut bahasa
a.  Dalam bahasa Indonesia istilah “perpustakaan” dibentuk dari kata dasar pustaka ditambah awalan “per” dan akhiran ”an”. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia perpustakaan diartikan sebagai “kumpulan buku-buku (bahan bacaan, dsb).”
b.  Dalam bahasa Inggris disebut “library yang berarti perpustakaan”.
c.   Dalam bahasa Arab disebut ا لمكتبة  yang berarti “tempat menyimpan buku-buku”.
2.  Pengertian menurut istilah
a.  Menurut IFIA (International Federation of  Library Associations and Institutions) “Perpustakaan merupakan kumpulan bahan tercetak dan non tercetak dan atau sumber informasi dalam komputer yang tersusun secara sistematis untuk kepentingan pemakai.”
b.  Menurut Sutarno NS, M. Si “Perpustakaan adalah suatu ruangan, bagian dari gedung/bangunan, atau gedung itu sendiri, yang berisi buku-buku koleksi, yang disusun dan diatur sedemekian rupa sehingga mudah dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk pembaca.”
c.   Adjat Sakri dkk “Perpustakaan adalah lembaga yang menghimpun pustaka dan menyediakan sarana bagi orang untuk memanfaatkan koleksi pustaka tersebut.”
d.   C. Larasati Milburga, dkk “Perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dengan cara tertentu untuk digunakan secara berkesinambungan oleh pemakainya sebagai sumber informasi.”
Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik suatu kesimpulan pengertian perpustakaan sesecara umum adalah suatu unit kerja yang berupa tempat mengumpulkan, menyimpan dan memelihara koleksi pustaka baik buku-buku ataupun bacaan lainnya yang diatur, diorganisasikan dan diadministrasikan dengan cara tertentu untuk memberi kemudahan dan digunakan secara kontinu oleh pemakainya sebagai informasi.

B.  Fungsi dan manfaat Perpustakaan
Perpustakaan sekolah merupakan bagian penting dari program penyelenggaraan pendidikan tingkat sekolah yang memiliki fungsi dan manfaat untuk mendukung penyelenggaraan perpustakaan sekolah. Menurut Yusuf (2005:4) Perpustakaan sekolah memilki empat fungsi umum, yaitu:
1.  Fungsi edukatif adalah secara keseluruhan segala fasilitas, sarana dan prasarana perpustakaan sekolah, terutama koleksi dapat membantu murid dalam proses belajar.
2.  Fungsi informatif dari perpustakaan sekolah adalah mengupayakan penyediaan koleksi yang bersifat memberi tahu akan hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan guru dan murid.
3.  Fungsi kreasi bukan merupakan fungsi utama, namun sangat penting kedudukannya dalam upaya peningkatan intelektual dan inspirasi.
4.  Fungsi riset membuat koleksi yang ada di perpustakaan sekolah menjadi bahan untuk melakukan riset atau penelitian sederhana. Sementara menurut Cella (2012) manfaat dari keberadaan perpustakaan sekolah adalah merangsang minat baca baik pada guru dan siswa, merupakan sumber literatur yang paling dekat, perpustakaan sebagi pusat sumber informasi dan sumber pembelajaran menulis.
Berdasarkan fungsi dan manfaat dari perpustakaan sekolah, maka perpustakaan sekolah dapat disebut sebagai pusat sumber belajar seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dimana pada pasal 35 undang-undang tersebut dikemukakan bahwa setiap satuan pendidikan jalur pendidikan sekolah, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat, harus menyediakan sumber-sumber belajar.
Selain itu, pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar secara efektif memerlukan keterampilan sebagai berikut (Achsin, 1986):
1.  Keterampilan mengumpulkan informasi, yang meliputi keterampilan mengenal sumber informasi dan pengetahuan, menentukan lokasi sumber informasi berdasarkan sistem klasifikasi perpustakaan, cara menggunakan katalog dan indeks, menggunakan bahan pustaka baru, bahan referensi seperti ensiklopedi, kamus, buku tahunan, dll.
2.  Keterampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi, seperti memilih informasi yang relevan dengan kebutuhan dan masalah, dan mendokumentasikan informasi dan sumbernya.
 3. Keterampilan menganalisis, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi, seperti memahami bahan yang dibaca, membedakan antara fakta dan opini, dan menginterpretasi informasi baik yang saling mendukung maupun yang berlawanan.
4. Keterampilan menggunakan informasi, seperti memanfaatkan intisari informasi untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalah, menggunakan informasi dalam diskusi, dan menyajikan informasi dalam bentuk tulisan.
Laura Wendelf (1998) mengatakan  …… Yang artinya “ adanya perpustakaan karena adanya masyarakat yang membutuhkan pelayanan dan keberadaan perpustakaan adalah untuk melayani masyarakat sebagai calon pelanggan”. Tujuannya :
1.      Mengupayakan atau mengembalikan budaya dan minat baca dikalangan masyarakat luas.
2.      Meningkatkan keserasian atara layanan  yang dibarikan perpustakaan sebagai penyedia jasa dengan kebutuhan riil dari masyarakat untuk membetuk sasaran perpustakaan yang ideal.
3.      Meningkatkan pemanfaatan perpustakaan oleh masyarakat luas sebagai wujud mebangun rasa cinta masyakat terhadap perpustakaan.
Perpustakaan sekolah merupakan perpustakaan yang deselenggarakan pada sebuah sekolah, dikelola sepenuhnnya oleh sekolah yang bersangkutan, dengan tujuan utama mendukung terlaksananya dan tercapainya tujuan sekolah dan tujuan pendidikan pada umumnya. Sekolah merupakan tempat penyelenggaraan proses belejar mengajar, menanamkan dan mengembangkan berbagai nilai ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan, seni, serta wawasan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, perpustakaan sekolah bukan hanya sekedar tempat penyimpanan bahan pustaka (Buku dan non Buku), tetapi terdapat upaya untuk mendayagunakan agar koleksi-koleksi yang ada dimanfaatkan oleh pemakainya secara maksimal. Hal ini dipertegas dalam
SK mendiknas No.053/U/2001 tanggal 19 April 2001 Tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Persekolahan pada tingkat TK, Dasar sampai dengan SMU/SMK, bahwa keberadaan perpustakaan. Sekolah merupakan syarat dalam standar pelayanan minimal (SPM) tersebut. Sehubungan hal itu, agar bahan pustaka dapat didayagunakan secara maksimal sesuai dengan tujuan dan fungsi perpustakaan sekolah, maka tentunya diperlukan suatu manajemen perpustakaan yang memadai.
Penyelenggaraan perpustakaan sekolah mengacuh kepada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional, terutama pada pasal 45. Pasal tersebut menyebutkan bahwa setiap satuan pendidikan formal dan nonformal meneyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan, intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didik.
Hal tersebut diperkuat dengan dalam Peraturan Pemerintah No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada pasal 42 dan 43 tentang standar sarana dan prasarana. Yang intinya menyebutkan bahwa sekolah wajib memiliki sarana salah satunya adalah buku dan sumber belajar, dan wajib memiliki prasasrana yakni perpustakaan.
Yusuf dan Suhendar mengungkapkan bahwa penyelenggaran perpustakaan sekolah bertujuan memenuhi kebutuhan informasi bagi masyrakat di lingkungan sekolah yang bersangkutan, khususnya guru dan murid.
Perpustakaan berperan sebagai media dan sarana untuk menunjang kegiatan proses belajar mengajar di sekolah oleh karena itu, sarana ini merupakan bagian integral dari program penyelanggaraan pendidikan tingkat sekolah. Perpustakaan sekolah juga sebagai bagian integral dari sekolah, komponen utama pendidikan di sekolah, diharapkan mampu menunjang terhadap pencapaian tujuan sekolah. Selaras dengan hal tersebut maka tujuan perpustakaan adalah sebagi berikut :
§  Mendorong dan mempercepat proses penguasaan tekhnik membaca para siswa.
§  Membantu menulis kreatif bagi para siswa dibimbing dengan guru dan pustakawan.
§  Menumbuhkembangkan minat dan kebiasaa membaca dari para siswa.
§  Menyediakan berbagi sumber informasi untuk kepentingan pelaksanaan kurikulum.
§  Mendorong, menggairahkan, memelihara, dan memberi semangat membaca dan belajar kepada para siswa.
§  Memperluas, memperdalam, dan memperkaya pengalaman belajar para siswa dengan membaca buku dan koleksi lain yang mengandung ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang disediakan oleh perpustakaan.
§  Memberikan hiburan sehat untuk mengisi waktu senggang melalui kegiatan membaca, khususnya buku-buku dan sumber bacaan lain yang bersifat kreatif dan ringan, misalnya fiksi, cerpen, dan lain sebagaunya.
Selain itu menurut Ibrahim bafadal, penyelenggaraan perpustakaan sekolah bukan hanya untuk mengumulkan dan menyimpan bahan pustaka. Tetapi dengan adanya penyelenggaran perpustakaan, sekolah diharapkan dapat membantu para siswa dan guru menyelesaikan tugas-tugas dalam proses belajar mengajar.
Adapun perpustakaan sekolah tampak bermanfaat jika benar-benar mampu memperlancar pencapaian tujuan proses belajar mengajar disekolah. Sebagai indikasi manfaat tersebut tidak hanya dari tingginya prestasi para siswa. Tetapi lebih jauh lagi, para siswa mampu menemukan, menyaring, dan menilai informasi. Mereka terbiasa belajar mandiri, terlatih kearah tanggung jawab, selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, dan lain sebagainya.

C. Penggunaan Perpustakaan Sebagai Sumber Belajar
Perpustakaan merupakan bagian intregal yang mendukung proses belajar-mengajar. Keberadaan perpustakaan sebagai sumber belajar dalam proses pendidikan diharapkan dapat digunakan sebagai berikut:
1. Perpustakaan sekolah dapat menimbulkan kecintaan murid-murid terhadap membaca.
2. Perpustakaan sekolah dapat memperkaya pengalaman belajar murid-murid.
3. Perpustakaan sekolah dapat menanamkan kebiasaan belajar mandiri yang akhirnya murid-murid mampu belajar mandiri.
4. Perpustakaan sekolah dapat mempercepat proses penguasaan teknik membaca.
5. Perpustakaan sekolah dapat membantu perkembangan kecakapan berbahasa.
6. Perpustakaan sekolah dapat melatih murid-murid ke arah tanggung jawab.
7. Perpustakaan sekolah dapat memperlancar murid-murid dalam menyelesiakan tugas-tugas sekolah.
8. Perpustakaan sekolah dapat membantu guru-guru menemukan sumber-sumber pengajaran.
9.  Perpustakaan sekolah dapat membantu murid-murid, guru-guru dan anggota staf dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

D. Bahan Informasi di Perpustakaan
Bahan informasi yang diterima perpustakaan sekolah terdiri dari bahan buku dan non buku sebagai berikut :
1. Bahan Buku
Bahan pada umumnya terbuat dari bahan kertas sebagai media rekam informasi. Bahan buku terdiri dari buku teks, buku ajar, buku referensi, buku paket, majalah, koran, dan lainnya.
a. Buku Teks
Buku teks adalah lembaran tercetak berisi ilmu pengetahuan atau bidang tertentu, dan biasanya digunakan sebagai bahan pelajaran, penataran, kuliah dan dapat dipelajari secara mandiri.
b. Buku Fiksi
Buku fiksi adalah karya tulis berupa rekaan atau karya imajinatif yang berdasarkan khayalan belaka. Contohnya yaitu novel, drama, puisi, pantun dan syair.
c. Buku Rujukan
Buku disusun untuk memberikan informasi tentang kata, subjek/pokok masalah, nama orang, nama tempat, peristiwa, pustaka, angka, waktu, ukuran, dan lainnya. Adapun jenis-jenis koleksi ini meliputi kamus, ensiklopedia, handbook, manual, buku pegangan, direktori, bibliografi, sumber ilmu bumi dan lainya.
d. Terbitan berkala
Yakni publikasi yang direncanakan terbit secara terus-menerus tanpa dibatasi waktu, berisi informasi baru yang menarik, dan ditulis oleh beberapa orang. Terbitan ini terdiri dari surat kabar, majalah, jurnal, buletin, dan lainya.
2.  Bahan Non Buku
Akhir-akhir ini bahan informasi yang dikelola perpustakaan bisa bahan non buku bahkan berupa elektronik. Bahan-bahan itu antara lain mikrofis, film mikro, kaset, piringan hitam, dan CD-room.
a.  Mikrofis
Mikrofis adalah film yang berukuran kecil, tembus cahaya, dan berisi informasi dalam bentuk tulisan, gambar, maupun grafis yang diatur pada selembar film secara berbanjar horisontal maupun vertikal.
b.  Film mikro
Film mikro berbentuk film yang sangat kecil, digunakan untuk menyimpan, memunculkan kembali, atau mempublikasikan duplikat dikumen, cetakan, gambar, atau foto.
c.  Kaset
Dalam dunia perfilman, kaset diartikan sebagai kotak untuk melindungi bahan perekam gambar yang sekaligus berfungsi sebagai tempat penggulung bahan tersebut. Sedangkan dalam pengertian sehari-hari, kaset diartikan sebagai kotak penyimpan pita suara atau gambar.
d.  Piringan Hitam
Piringan hitam ini dibuat dari bahan ebonit berwarna hitam dan berbentuk bulat pipih. Pada kedua permukaannya terdapat lekukan halus berbentuk spiral yang menyebabkan jarum piringan hitam yang melaluinya bergetar dan menimbulkan suara.
e.  CD-Room
Alat ini merupakan wadah penyimpanan informasi berbentuk lempengan kecil berdiameter kurang dari 5 inci yang mampu menyimpan data 500 MB sampai 1 GB.
f.  E-books dan E-journal
E-books pada dasarnya merupakan distribusi muatan isi buku dalam bentuk digital. Dalam hal ini, internet bertindak sebagai jantung pada sistem layanan e-books dengan berbagai kemudahan dan kecepatan aksesnya. E-books memiliki kelebihan antara lain kemudahan baca, kemudahan penelusuran, pengehematan kertas, dan kemudahan pengalihan teks. 
Sumber buku elektronik yang legal di Indonesia, antara lain dirilis oleh Departemen Pendidikan Nasional dengan dibukanya Buku Sekolah Elektronik (BSE).  BSE adalah buku elektronik legal dengan lisensi terbuka yang meliputi buku teks mulai dari tingkatan dasar sampai lanjut.
























BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perpustakaan merupakan bagian integral dari lembaga pendidikan sebagai tempat berkumpulnya bahan pustaka, baik berupa buku maupun non buku, dan tujuan utama penyelenggaraan perpustakaan sekolah adalah meningkatkan mutu pendidikan bersama-sama dengan unsur sekolah lainnya. Sedangakan tujuan lainnya, adalah menunjang, mendukung, dan melengkapi semua kegiatan baik kurikuler, dan ektra kurikuler, disamping dimaksudkan pula dapat membantu menumbuhkan minat dan mengembangkan bakat murid serta memantapkan strategi belalajar mengajar.
Namun secara operasional tujuan perpustakaan bila dikaitkan dengan pelaksaan program sekolah, diantaranya adalah: memupuk rasa cinta, kesadaran, dan kebiasaan membaca, memperluas pengetahuan para siswa dll, namun semua itu ada hal yang lebih penting lagi dari perpustakaan :
1.  Dalam mencerdaskan kehidupan bangsa peran Perpustakaan sangat penting, terutama untuk membantu masyarakat yang ekonominya lemah.
2   Perpustakaan sebagai penunjang untuk terselenggaranya pendidikan disuatu Perguruan Tinggi.
3    Perpustakaan dapat membangkitkan minat baca dan kreaktifitas mahasiswa.

B.  Saran.
Bertolak dari peranan perpustakaan yang begitu banyak sumbangsihnya dalam pelaksanaan program pendidikan disekolah, penulis menyarankan (1). Sebaiknya perpustakaan dikelola sesuai dengan tujuan dan fungsinya. (2). Peran pengelola perpustakaan atau pustakawan yang profesional hendaknya mendapatkan bekal yang cukup sehingga menjadi pustakawan yang handal dan proesional.





DAFTAR PUSTAKA


Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2003).
Departemen Pendidikan dan Kebuadayaan. Kamus Umum Bahasa Indonesia. (Jakarta : Balai Pustaka, 1988).
http://maryatun.staff.ugm.ac.id/wp/?p=14 di akses 1 Desember 2014 pukul 07.53
Ibrahim Bafadal, Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009),
Larasati Milburga, et al. membina Perpustakaan sekolah. (Yogyakarta: Kanisius,1991).
Nadjib Zuhdi. Kamus Lengkap Praktis 20 Juta Inggris Indonesia. (Surabaya: Fajar Mulya,1993).
Soetminah. Perpustakaan, Kepustakawanan dan Pustakawan. (Yogyakarta : Kanisius,1992).
Sulistyo Basuki. Pengantar Ilmu Perpustakaan. (Jakarta: Universitas Terbuka. Depdikbud, 2003).
Sutarno NS. Perpustakaan dan Masyarakat. (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2003).
Wiji Suwarno, Perpustakaan & Buku; Wacana Penulisan & Penerbitan, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2011),
Zaid Husein Al Hamid. Kamus Al-Muyassar Arab-Indonesia. (Pekalongan: 1982).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar