|
No
|
KOMPONEN
|
(1) PANDANGAN UMUM
PERENNIALISME TENTANG PENDIDIKAN
|
|
1
|
Hakekat Pendidikan
|
·
Menghendaki agar
pendidikan kembali kepada jiwa yang menguasai abad pertengahan, karena ia
telah merupakan jiwa yang menuntun manusia hingga dapat dimengerti adanya
tata kehidupan yang telah ditentukan secara rasional
|
|
2
|
Tujuan Pendidikan
|
§
Membantu siswa menemukan kembali
dan menginternalisasi kebenaran (universal dan konstan) masa lalu dan sebagai
penyerapan dan penguasaan fakta-fakta dan informasi.
§
Membantu anak menyingkap dan menanamkan kebenaran-kebenaran hakiki. Oleh
karena kebenaran-kebenaran tersebut universal dan konstan, maka
kebenaran-kebenaran tersebut hendaknya menjadi tujuan-tujuan pendidikan yang
murni.
|
|
3
|
Kurikulum
Perenialisme
|
§
Kurikulum berpusat pada mata pelajaran, dan cenderung menitikberatkan
pada sastra, matematika, bahasa dan
humaniora, termasuk sejarah.
|
|
4
|
Metode
|
§ Membaca,
diskusi dan analisis buku melalui pembacaan buku-buku besar tentang peradaban
Barat.
|
|
5
|
Pelajar
|
§
Makhluk rasional yang dibimbing oleh prinsip-prinsip pertama,
kebenaran-kebenaran abadi, pikiran mengangkat dunia biologis.
|
|
6
|
Pengajar
|
§ Ahli
dalam bidangnya punya kemampuan dalam bidang keguruan, tidak suka mencela /
menyalahkan pemilik kewenangan
§
Pengajar sebagai pendisiplin mental
dan pemimpin moral dan
spiritual.
§
Pengajar mempunyai peranan dominan dalam penyelenggaraan kegiatan
belajar-mengajar di kelas. Untuk itu Guru hendaknya orang yang telah
menguasai suatu cabang ilmu, seorang guru yang ahli (a master teacher)
bertugas membimbing diskusi yang akan memudahkan siswa menyimpulkan
kebenaran-kebenaran yang tepat, dan yang wataknya tanpa cela.
§
Guru dipandang sebagai orang yang memiliki otoritas dalam suatu bidang
pengetahuan dan keahliannya tidak diragukan.
|
|
7
|
Peran Sekolah
|
§ Sebagai
wahana pelatihan elit intelektual,
sebagai wahana alih elit intelektual dan kebenaran kepada generasi penerus (siswa) serta sebagai
wahana penyiapan siswa untuk hidup.
|
No.
|
KOMPONEN
|
(2) PANDANGAN UMUM
ESENSIALISME TENTANG PENDIDIKAN
|
|
1
|
Hakekat
Pendidikan
|
§ Menghendaki
pendidikan yang bersendikan atas nilai-nilai yang tinggi, yang hakiki
kedudukannya dalam kebudayaan dan nilai-nilai ini hendaklah telah teruji oleh
waktu.
§ Tugas
pendidikan adalah sebagai perantara atau pembawa nilai-nilai yang ada dalam
gudang di luar ke dalam jiwa peserta didik, sehingga ia perlu dilatih agar ia
mempunyai kemampuan penyerapan yang
tinggi
|
|
2
|
Tujuan Pendidikan
|
§ Menyampaikan
warisan budaya dan sejarah seputar
inti pengetahuan yang
terakumulasi begitu lama dan bermanfaat untuk diketahui semua siswa. Dan
Siswa harus mampu menyerap ide-ide.
§ Tujuan
pendidikan adalah menyampaikan warisan budaya dan sejarah melalui suatu inti
pengetahuan yang telah terhimpun, yang telah bertahan sepanjang waktu dan
dengan demikian adalah berharga untuk diketahui oleh semua orang. Pengetahuan
ini diikuti oleh keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang tepat yang membentuk
unsur-unsur yang inti (esensial) dari sebuah pendidikan.
|
|
3
|
Kurikulum esensialisme
|
§ Subject Centered. Kurikulum
berpusat pada mata pelajaran yang mencakup mata-mata pelajaran akademik yang
pokok.
§ Kurikulum sekolah dasar ditekankan pada pengembangan
ketrampilan dasar dalam membaca, menulis dan matematik.
§ Kurikulum sekolah menengah menekankan pada perluasan
dalam mata pelajaran matematika, ilmu kealaman, humaniora, serta bahasa dan
sastra. Penguasaan terhadap mata pelajaran tersebut dipandang sebagai suatu
unsure utama bagi pendidikan umum yang sangat diperlukan untuk dapat hidup
sempurna. Studi yang ketat tentang disiplin-disiplin tersebut akan dapat
mengembangkan kesadaran pelajar, dan pada saat yang sama membuat mereka
menyadari dunia fisik yang mengitari mereka.
§ Penguasaan fakta dan konsep-konsep-konsep pokok dan
disiplin-disiplin yang inti adalah wajib.
|
|
4
|
Metode
|
§ Pendidikan berpusat pada guru (teacher centered).
Umumnya dinyakini bahwa pelajar tidak betul-betul mengetahui apa yang
diinginkan, dan mereka harus dipaksa belajar. Oleh karena itu padagogi yang bersifat lemah lembut harus di jauhi
dan memusatkan diri pada penggunaan metode-metode latihan tradisional yang
tepat.
§ Metode utama adalah latihan mental, misalnya
melalui diskusi dan pemberian tugas dan penguasan pengetahuan, misalnya
melalui penyampaian informasi dan membaca.
§ Menekankan pada pengembangan pada mind siswa dan kesadaran akan dunia fisik sekitarnya
serta Menekankan penguasaan fakta dan konsep dasar tentang bidang-bidang
essensial.
|
|
5
|
Pelajar
|
§ Siswa adalah
makhluk rasional dalam kekuasaan fakta dan ketrampilan –ketrampilan pokok
yang siap siaga melakukan latihan-latihan inteltif atau berpikir.
|
|
6
|
Pengajar
|
§ Master of
particular subject.
Peranan guru kuat dalam mempengaruhi dan mengawasi kegiatan-kegiatan di
kelas.
§
Guru berperanan sebagai sebuah
contoh dalam pengawalan nilai-nilai dan penguasaan pengetahuan atau
gagasan-gagasan. (Model yang patut ditiru dan sebagai suri
tauladn terhadap nilai-nilai yang didamkan)
§ Master of
particular subject. .Pemilik kewenangan di bidang kehlian vaknya.
|
|
7
|
Peran Sekolah
|
· Sebagai
wahana penyimpanan dan alih warisan budaya dan sejarah kepada generasi
penerus, dan juga sebagai wahana mempelajari pengetahuan ketrampilan sikap
dan nilai untuk menjadi warga yang berguna di masyarakat
|
|
No
|
KOMPONEN
|
(3)
PANDANGAN UMUM PROGRESSIVISME TENTANG PENDIDIKAN
|
|
1
|
Hakekat
Pendidikan
|
§ Menghendaki pendidikan yang pada hakekatnya progresif.,
tujuan pendidikan hendaknya diartikan sebagai rekonstruksi pengalaman yang
terus menerus, agar peserta didik dapat berbuat sesuatu yang inteligen dan
mampu mengadakan penyesuaian dan penyesuaian kembali sesuai dengan tuntutan
dari lingkungan
|
|
2
|
Tujuan Pendidikan
|
·
Tujuan
pendidikan keseluruhan adalah melatih anak agar kelak dapat bekerja, bekerja
secara sistematis, mencintai kerja, dan bekerja dengan otak dan hati. Untuk
mencapai tujuan tersebut, pendidikan harusnya merupakan pengembangan
sepenuhnya bakat dan minat setiap anak
|
|
3
|
Kurikulum
Progresivisme
|
·
Kurikulum
dibangun dari pengalaman personal dan social siswa
·
Buku sebagai
alat proses belajar, bukan sumber pengetahuan pokok
·
Kurikulum
pendidikan Progresif adalah kurikulum
yang berisi pengalaman-pengalaman atau kegiatan-kegiatan belajar yang
diminati oleh setiap siswa (experience curriculum)
|
|
4
|
Metode
|
§ Metode belajar aktif yang memungkinkan berlangsungnya proses
belajar secara bebas pada setiap anak untuk mengembangkan bakat dan minatnya.
§ Metode
Memonitor Kegiatan Belajar.
§ Metode
Penelitian Ilmiah. Pendidikan Progresif merintis digunakannya metode
penelitian ilmiah yang tertuju pada penyusunan konsep, sedangkan metode
pemecahan masalah lebih tertuju pada pemecahan masalah-masalah kritis.
§ Pemerintahan
Pelajar. Pendidikan Progresif memperkenalkan pemerintahan pelajar dalam
kehidupan sekolah (student government) dalam rangka demokratisasi
dalam kehidupan sekolah, sehingga pelajar diberikan kesempatan untuk turut
serta dalam penyelenggaraan kehidupan di sekolah.
|
|
5
|
Pelajar
|
§
Pendidikan berpusat pada
anak. Anak merupakan pusat dari keseluruhan kegiatan-kegiatan pendidikan. Sebab mengajar yang bermutu berarti aktivitas siswa, pengembangan
kepribadian siswa.
§ Anak adalah unik. Pendidikan progresif sangat
memuliakan harkat dan martabat anak dalam pendidikan. Anak bukanlah orang
dewasa dalam bentuk kecil. Anak adalah anak, yang sangat berbeda dengan orang
dewasa. Setiap anak mempunyai individualitas sendiri; anak mempunyai alur
pemikiran sendiri, mempunyai keinginan sendiri, mempunyai harapan-harapan dan
kecemasan-kecemasan sendiri, yang berbeda dengan orang dewasa. Dengan demikian anak
harus diperlakukan berbeda dari orang dewasa.
|
|
6
|
Pengajar
|
·
Pembimbing dalam proyek dan
aktivitas problem solving. Guru dalam melakukan tugasnya
dalam praktek pendidikan berpusat pada anak mempunyai peranan-peranan sebagai
Fasilitator, Motivator, dan Konselor.
·
Guru perlu mempunyai pemahaman yang
baik tentang karakteristik siswa, dan teknik-teknik memimpin perkembangan
siswa, serta kecintaan kepada anak, agar dapat melaksanakan peranan-peranan
dengan baik. Untuk itu guru harus sabar, fleksibel, interdisipliner,
cerdas dan kreatif
|
|
7
|
Peran Sekolah
|
· Sebagai
miniatur masyarakat luas, sebagai laboratium belajar kehidupan, sebagai
laboratium pembaharuan serta laboratium pengembangan gagasan baru pendidikan,
sebagai model kerja yang demokratis.
· Pendidikan
progresif mengupayakan adanya kerja sama antara sekolah dengan keluarga dalam
rangka menciptakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk dapat
terekspresikannya secara alamiah semua minat dan kegiatan yang diperlukan
anak
|
.
|
No
|
KOMPONEN
|
(4) PANDANGAN UMUM REKONSTRUKSIONALISME TENTANG
PENDIDIKAN
|
|
1
|
Hakekat
Pendidikan
|
§ Menghendaki
agar peserta didik dapat dibangkitkan kemampuannya untuk secara konstruktif menyesuaikan diri dengan
tuntutan perubahan dan perkembangan masyarakat sebagai akibat adanya pengaruh
dari ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga peserta didik tetap berada
dalam suasana aman dan bebas .
|
|
2
|
Tujuan Pendidikan
|
§
Tujuan pendidikan
rekonstruksionis adalah membangkitkan kesadaran para peserta didik tentang masalah social,
ekonomi, dan politik yang dihadapi umat manusia dalam skala global dan
mengajarkan kepada mereka ketrampilan-ketrampilan yang diperlukan untuk mengatasi
mesalah tersebut. Di samping itu tujuan
pendidikan harus dapat embangun tatanan masyarakat baru.
|
|
3
|
Kurikulum
Rekonstruk-sionalisme
|
§
Kurikulum berisi mata-mata pelajaran yang berorientasi pada
kebutuhan-kebutuhan masyarakat masa depan. Kurikulum banyak berisi
masalah-masalah social, ekonomi dan politik yang dihadapi umat manusia, yang
termasuk didalamnya masalah-masalah pribadi para peserta didik sendiri; dan
program-program perbaikan yang ditentukan secara ilmiah untuk aksi kolektif.
|
|
4
|
Metode
|
§ Analisis
kritis terhadap kerusakan-kerusakan masyarakat dan kebutuhan-kebutuhan
programatik untuk perbaikan. Dengan demikian menggunakan metode pemecahan
masalah, analisis kebutuhan dan penyusunan program aksi perbaikan masyarakat (Scientific
inquiry sebagai metode kerja problem solving)
|
|
5
|
Pelajar
|
§
Siswa hendaknya dipandang sebagai bunga yang sedang mekar. Hal ini
mengandung arti bahwa siswa adalah generasi muda yang sedang tumbuh menjadi
manusia pembangun masyarakat masa depan, dan perlu berlatih keras untuk
menjadi insinyur-insinyur social yang diperlukan untuk membangun masyarakat
masa depan.
|
|
6
|
Peranan Guru
|
§ Guru
sebagai direktur proyek. Oleh karena guru harus membuat para peserta didik
manyadari masalah-masalah yang dihadapi umat manusia, membantu mereka merasa
mengenali masalah-masalah tersebut sehingga mereka merasa terikat untuk
memecahkannya dan menjamin bahwa mereka memiliki keterampilan-ketrampilan
yang diperlukan untuk memecahkan masalah-masalah tersebut,
§
Guru sebagai
Pemimpin Penelitian. Guru harus terampil dalam membantu peserta didik
menghadapi kontroversi dan perubahan.
|
|
7
|
Peran Sekolah
|
·
Sekolah berfungsi
sebagai lembaga utama untuk melakukan perubahan social, ekonomi dan politik
dalam masyarakat.
·
Sekolah haruslah merupakan gambaran kecil dari kehidupan social di
masyarakat, dan pendidikan sebagai alat untuk membangun masyarakat masa
depan, mendorong berkembangnya sekolah-sekolah masyarakat, atau “community
schools”. Dengan
lebih menekankan pada masyarakat merupakan sekolah yang berpusat pada
masyarakat, atau “social-centered school” yang menggunakan sekolah untuk memperbaiki
kehidupan masyarakat. Oleh karena itu sekolah hendaknya berhubungan dengan
masalah-masalah nyata dan praktis yang
ditemukan dalam masyarakat kita.
|
|
No.
|
KOMPONEN
|
(5) PANDANGAN UMUM EKSISTENSIALISME TENTAN PENDIDIKAN
|
|
1
|
Hakekat
Pendidikan
|
§ Menghendaki
agar pendidikan selalu melibatkan pserta didik dalam mencari pilihan-pilihan
untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing dan menemukan jati dirinya, karena
masing-masing individu adalah makhluk yang unik dan bertanggung jawab atas
diri dan nasibnya sendiri.
|
|
2
|
Tujuan Pendidikan
|
§
Siswa mengembangkan potensinya masing-masing untuk mencari jati
dirinya
|
|
3
|
Kurikulum Eksisten-sialisme
|
§
Secara umum tidak ada penetapan
kurikulum, karena setiap individu
memiliki kebutuhan dan minat
tertentu untuk dipenuhi.
§ Menekankan
proses pemikiran refketif.
§
Ilmu-ilmu sastra dan seni sebagai nata pelajaran penting untuk intropeksi dan refleksi.
|
|
4
|
Metode
|
§ Mendorong
siswa mengikuti proyek-proyek yang
membantu mereka untuk
mengembangkan ketrampilan dan pengetahuan yang diperlukan
|
|
5
|
Pelajar
|
§
Adalah individu yang dapat
mengembangkan potensinya masing-masing untuk mencari jati dirinya
|
|
6
|
Pengajar
|
§ Pembimbing
dan stimulator berfikir reflektif
melalui panggilan
pertanyaan-pertanyaan (inquiry)
§ Bukan
pemberi instruksi
§
Memiliki kejuruan ilmiah, integritas dan kreatifitas
§
Figure yang tidak mencampuri perkembangan minat dan bakat siswa.
|
|
7
|
Peran Sekolah
|
·
Sebagai forum antar para siswa.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar